DENGAN METODE KURSUS KILAT "ASSIHAM", belajar ilmu waris SEMULA MEMBUTUHKAN WAKTU SETAHUN, KINI ILMU WARIS DAPAT DI KUASAI HANYA DENGAN WAKTU 24 JAM di jamin mahir ilmu waris. hubungi kami di sini http://adf.ly/1OWIx5 dan ikuti diskusinya di sini http://adf.ly/1P7OES/

Senin, 13 Juni 2016

KATA PENGANTAR




Assalamu alaikum.
Bis millahi arrohmani arrohimi
Alhamdulillah, kita masih di beri kesempatan oleh alloh untuk belajar dan mengkaji Ilmu yang di ancam punah oleh nabi muhamamd, yaitu  ilmu faroid.
Dimana ilmu faroid adalah ilmu yang  sangat sedikit orang yang dapat menguasainya. Dan  sangat sedikit orng yang berminat mempelajarinya. semakin lama semakin tidak ada peminatnya. Sementara generasi berikutnya tidak banyak yang tertarik untuk mendalaminya.
Ilmu paling sulit adalah ilmu hitung, dan pemeluk agama islam paling tidak suka kalau di kasih materi atau pelajaran yang menggunakan hitungan dan main angka. Faroid adalah ilmu satu satunya di dalam islam yang metode pemahamannya menggunakan metode hitung. Belajar Hitung telah dianggap sebagai masalah.
Sedangkan Pembagian hak waris di masarakat indonesia dengan pembagian secara sar’ i. berdasarkan alqur an dan hadis sudah sepi peminatnya. Ditambah lagi Guru yang menguasai ilmu waris di kampung tidak banyak ditemukan dan klo toh ada, kebanyakan kurang bersedia mengajar. Karena kesibukan aktifitasnya.

Untuk mencari siswa yang memiliki minat belajar ilmu waris Sangat amat jarang. Di tambah lagi, banyak orng takut dan malas jika di suruh blajar ilmu waris. Karena dianggap pelajaran yang tidak penting. Dan tak ber guna.
pelajaran ilmu faroid di mata penganut agama islam sudah di anggap tidak penting. Hingga ilmu faroid tergeser oleh zaman, hingga pemeluk agama islam sendiri sudah tidak lagi mau mempraktekkan faroid di masarakat. 
Pemeluk agama  islam telah memiliki asumsi pemikiran kalau belajar ilmu waris adalah tidak penting. Belajar ilmu waris sesuai dengan aturan yang di buat alloh adalah tidak penting.  Sebab ilmu waris bukanlah pelajaran yang di ujikan di ujian nasional. Sehingga tidak sedikit guru dan sekolahan madrasah yang menggeser dan menghapus plajaran ilmu waris
 ilmu waris sudah di anggap tidak  perlu. Karena masih banyak pelajaran dan ilmu-ilmu lainnya yang dianggap lebih penting dan di anggap perlu.
kitab ini kami susun sekuat tenaga dan sekuat pikiran, sekuat waktu.  untuk menyusun kitab ilmu faroid/ilmu waris. Dengan cara bagimana ilmu waris bisa tetap ada di permukaan bumi. Bagaiama orng bisa suka dan senang  belajar ilmu waris.
Orang yang belajar ilmu waris dalam satu kampung tidak ada. Maka berdosalah semua yang tinggal di kampung tersebut. Mulai dari yang sudah tua renta, bahkan bayi yang baru lahirpun harus siap siap menanggung dosa. Karena fardzu kifayahnya belajar ilmu waris.
Dengan hadirnya kitab ini yang sengaja kami susun dengan ringkas dan sistematis. Dengan metode belajar kolektif. Kombinasi metode belajar dari 4 metode menjadi satu. Sehingga dapat bermanfaat belajar bisa lebih mudah di pahami. Dalam waktu yang lebih cepat. Dengan metode ini bisa di katakan 15x lebih cepat bisa. Dan 49 kali lebih cepat dari belajar di lembaga formal. sengaja kitab ini kami susun dengan ringkas, agar cepat dan mudah untuk di pahami, Karena di dalamnya hanya membahas hal hal yang mendasar saja, sehingga mudah untuk memahami dan menguasainya. Belajar faroid dengan kitab ini jika mengikuti metode dari kami. Cukup membutuhkan waktu hanya 24 jam sampai 48 jam.

Kitab ini merupakan terjemah dan ringkasan  dari kitab assiham. karya kami sebelumnya dan di kombinasikan dengan beberapa kitab karya ulamak ulamak salaf .
Kitab ini kami  beri nama AS-SIHAM tentang cara cepat belajar dan menguasai ilmu waris.  
kami selaku penulis membuka peluang kepada siapa saja yang berkehendak mengoreksi dan memberikan masukan serta mengajak berdiskusi langsung dengan penyusun secara on line di internet di fb atau di bloger. Serta di lokasi ofline. Saran dan kritik  dari pembaca sangat kami nantikan, demi kesempurnaan kitab ini.
Wassalamu alaikum.




Jogoroto 06-06--2016.
Penyusun
Agus Muhammad Ali  Maskur SPdI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar