Assalamu
alaikum.
Bis millahi
arrohmani arrohimi
Alhamdulillah,
kita masih di beri kesempatan oleh alloh untuk belajar dan mengkaji Ilmu yang
di ancam punah oleh nabi muhamamd, yaitu ilmu faroid.
Dimana ilmu
faroid adalah ilmu yang sangat sedikit
orang yang dapat menguasainya. Dan sangat
sedikit orng yang berminat mempelajarinya. semakin lama semakin tidak ada
peminatnya. Sementara generasi berikutnya tidak banyak yang tertarik untuk
mendalaminya.
Ilmu paling
sulit adalah ilmu hitung, dan pemeluk agama islam paling tidak suka kalau di
kasih materi atau pelajaran yang menggunakan hitungan dan main angka. Faroid
adalah ilmu satu satunya di dalam islam yang metode pemahamannya menggunakan
metode hitung. Belajar Hitung telah dianggap sebagai masalah.
Sedangkan Pembagian
hak waris di masarakat indonesia dengan pembagian secara sar’ i. berdasarkan
alqur an dan hadis sudah sepi peminatnya. Ditambah lagi Guru yang menguasai
ilmu waris di kampung tidak banyak ditemukan dan klo toh ada, kebanyakan kurang
bersedia mengajar. Karena kesibukan aktifitasnya.
Untuk mencari
siswa yang memiliki minat belajar ilmu waris Sangat amat jarang. Di tambah
lagi, banyak orng takut dan malas jika di suruh blajar ilmu waris. Karena
dianggap pelajaran yang tidak penting. Dan tak ber guna.
pelajaran ilmu
faroid di mata penganut agama islam sudah di anggap tidak penting. Hingga ilmu
faroid tergeser oleh zaman, hingga pemeluk agama islam sendiri sudah tidak lagi
mau mempraktekkan faroid di masarakat.
Pemeluk agama islam telah memiliki asumsi pemikiran kalau
belajar ilmu waris adalah tidak penting. Belajar ilmu waris sesuai dengan
aturan yang di buat alloh adalah tidak penting. Sebab ilmu waris bukanlah pelajaran yang di
ujikan di ujian nasional. Sehingga tidak sedikit guru dan sekolahan madrasah
yang menggeser dan menghapus plajaran ilmu waris
ilmu waris sudah di anggap tidak perlu. Karena masih banyak pelajaran dan
ilmu-ilmu lainnya yang dianggap lebih penting dan di anggap perlu.
kitab ini kami susun
sekuat tenaga dan sekuat pikiran, sekuat waktu. untuk menyusun kitab ilmu faroid/ilmu waris. Dengan
cara bagimana ilmu waris bisa tetap ada di permukaan bumi. Bagaiama orng bisa
suka dan senang belajar ilmu waris.
Orang yang
belajar ilmu waris dalam satu kampung tidak ada. Maka berdosalah semua yang
tinggal di kampung tersebut. Mulai dari yang sudah tua renta, bahkan bayi yang
baru lahirpun harus siap siap menanggung dosa. Karena fardzu kifayahnya belajar
ilmu waris.
Dengan hadirnya
kitab ini yang sengaja kami susun dengan ringkas dan sistematis. Dengan metode
belajar kolektif. Kombinasi metode belajar dari 4 metode menjadi satu. Sehingga
dapat bermanfaat belajar bisa lebih mudah di pahami. Dalam waktu yang lebih
cepat. Dengan metode ini bisa di katakan 15x lebih cepat bisa. Dan 49 kali
lebih cepat dari belajar di lembaga formal. sengaja kitab ini kami susun dengan
ringkas, agar cepat dan mudah untuk di pahami, Karena di dalamnya hanya
membahas hal hal yang mendasar saja, sehingga mudah untuk memahami dan
menguasainya. Belajar faroid dengan kitab ini jika mengikuti metode dari kami.
Cukup membutuhkan waktu hanya 24 jam sampai 48 jam.
Kitab ini
merupakan terjemah dan ringkasan dari
kitab assiham. karya kami sebelumnya dan di kombinasikan dengan beberapa kitab
karya ulamak ulamak salaf .
Kitab ini
kami beri nama AS-SIHAM tentang cara
cepat belajar dan menguasai ilmu waris.
kami selaku
penulis membuka peluang kepada siapa saja yang berkehendak mengoreksi dan
memberikan masukan serta mengajak berdiskusi langsung dengan penyusun secara on
line di internet di fb atau di bloger. Serta di lokasi ofline. Saran dan kritik
dari pembaca sangat kami nantikan, demi
kesempurnaan kitab ini.
Wassalamu
alaikum.
Jogoroto 06-06--2016.
Penyusun
Agus Muhammad Ali Maskur SPdI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar