DENGAN METODE KURSUS KILAT "ASSIHAM", belajar ilmu waris SEMULA MEMBUTUHKAN WAKTU SETAHUN, KINI ILMU WARIS DAPAT DI KUASAI HANYA DENGAN WAKTU 24 JAM di jamin mahir ilmu waris. hubungi kami di sini http://adf.ly/1OWIx5 dan ikuti diskusinya di sini http://adf.ly/1P7OES/

Kamis, 15 Oktober 2015

DATA 25 AHLI WARIS



Semua data ahli waris setatus dan derajatnya di hubungkan dg mayit. Bukan di hubungkan dg penanya atau penghitung.

الوارثات من النساء عشر :

الوارثون من الرجال خمسة عشر:
1.      بنت
2.      بنت الإبن
3.      أم
4.      جدة من قبل الأم
5.      جدة من قبل الأب
6.      أخت شقيقة
7.      أخت لأب
8.      أخت لأم
9.      زوجة
10.  معتقة
1.      أبن
2.      إبن الإبن
3.      أب
4.      أبو الأب
5.      أخ شقيق
6.      أخ لأب
7.      أخ لأم
8.      إبن الأخ الشقيق
9.      إبن الأخ لأب
10. عم شقيق
11. عم لأب
12. إبن العم الشقيق
13. إبن العم لأب
14. الزوج
15. المعتق.

Keterangan:
1.      ummun (ibunya mayit)
Siapakah yg di sebut ibu ato ummun dalam ilmu waris?
Jawab:

Ibu adalah ibunya mayit. Jadi apabila ada orng yg meninggal dunia maka ibunya mayit memiliki hak waris. Dan tidak ada yg bisa menghalangi keberadaaanya, selama ibunya mayit masih hidup. Ibu bisa mewarisi harta anak kandungnya, walau anak tersebut adalah anak hasil zina atau anak di bawah pernikahan yg TIDAK sah (Pernikahan yg tidak memenuhi saraat rukun nikah)
Contoh:
Nikah dg wanita prawan hamil. blm 6 bulan sudah melahirkan. Atau menikah dg wanita non muslim, nikah dg wanita yg bersuami. Nikah tanpa izin dan restu dari orangtua wali mujbir.
2.       Bapak.
Bapak dalam istilah waris adalh abun. Abun adalah bapaknya si mayit. Jika ada pemuda mati, maka bapaknya punya hak untuk mendapat waris. Bapak yg bisa mendapat warisan adalah bapaknya mayit.
Bapak tiri, tidak bisa mewarisi anak tirinya.
Bapak angkat tidak bisa mewarisi anak angkatnya.
Bapak zina, tidak bisa mewarisi Anak yg di lahirkan dari perzinaan. Walau secara DNA dia adalah darah daging ayah kandungnya.
3.      bintu ibnin. (Cucu wanita dar anak laki lakinya mayit)
Apkh cucuny mayit bisa mendapt warisan dari kakek nenekny?
Jawab:
Cucu ada 4 macam
Cucu laki dr anak laki nya mayit (ibnu ibnin)
Cucu laki dari anak prempuanny mayit (ibnu bintin)
Cucu wanita dr anak lakilakiny mayit (bintu ibnin)
Cucu wanita dr anak wanitany mayit (bintu binten)
golongan cucu Yg bisa mewaris adalah hany 2. Yaitu
Ibnu ibnin dan bintu ibnin.
Adapun cucu prempuan dan cucu laki laki ( dari jalur anak prempuannya mayit) tidak bisa mewaris. Kecuali hanya bersetatus dzawil arham.

4.      Uhuwwah.
 apakah saudara-saudaranya mayit bisa mendapat warisan?
Jawab.
jika ada orang meninggal, maka saudara saudaranya orng yg meninggal bisa mendapatkan warisan. baik lakilaki maupun prempuan. baik ikatan persaudaraan dg mayit adalah ikatan saudara, KANDUNG, SAUDARA TUNGGAL AYAH, SAUDARA TUUNGGAL IBU. TETAP MENDAPAT WARISAN.
BAHKAN ANAK YG DI AMBIL ORANG LAIN DI JADIKAN ANAK ANGKAT, TETAP MEMILIKI HAK WARIS. TERHADAP SAUDARA ASALNYA DAN KEDUA ORNG TUANYA ASLINY

Soal : no 15 adalah mu'tiq dan ashobahnya.
1.        Artinya (apa maksudnya ya) ashobah apa?
2.        Ashobahnya, akhiran nya itu ditujukan kepada mu'tiq atau yang lain?
Jawab
ini adalah husus bab perbudakan. mengingat zaman sekarang sudah tidak ada sistem perbudakan maka aturan ini tidaklah berlaku.
Jawab:
1. dalam ilmu waris. apabila mayit adalah mantan budak dan tidak memiliki ahli waris. maka yang berhak mewaris adalah orng yg pernah memerdekakannya. jika orang yg memerdekakkannya tidak ada. maka yg berhak mewaris adalah asobahnya. (kluarganya orang yg memerdekaakannya)
2. posisi urutan orng yg memerdekakan dalam hal mendapatkan warisan adalah posisi terahir setelah apabila ahli warisnya tidak ada. (muktik mahjub apabila masih ada ahli waris) dan apabila ahli waris sudah tidak ada, dan muktiknya sudah tidak ada maka. Pewris mantan budak tersebut adalah kluarganya muktik.
5.      Jad dah (nenek).
Baik nenek dari jalur ibu. (ibunya ibu) Atau nenek dari jalur ayah. (Ibunya ayah)
yaitu apa bila ada mayit mati dan memiliki nenek dari jalur ibu. maka nenek ini bisa mewarisi cucunya. Tapi dg catatan selama tidak ada yg memahjubkannya.

6.      Uhtun saqiqoh (sudara wanita kandung).
yg di maksud dg saudara adalah bisa kakak prempuannya mayit, atau adik prempuannya mayit, dan yg di maksud dg kandung. adalah sudara tunggal ayah serta tunggal ibu.
jadi apabila ada mayit meninggal. dan memiliki saudara kandung prempuan. maka dia bisa mendapatkan warisan, pengajuan warisannya memakai status, saudara prempuannya mayit / Uhtun saqiqoh. Begitu juga ahun saqiq. Tapi dg catatan selama tidak ada yg memahjubkannya.

7.      uhtun liab. (saudara wanita sebapak)
yg di maksud dg saudara wanita sebapak adalah bisa kakak prempuannya mayit, atau adik prempuannya mayit
dan yg di maksud dg sebapak. adalah sudara tunggal ayah dan lain ibu.
jadi apabila ada mayit meninggal. dan memiliki saudara prempuan tungga ayah. maka dia bisa mendapatkan warisan, pengajuan warisannya memakai status, saudara prempuan tunggal ayahnya mayit (uhtun liab) begitu juga ahun liab. Tapi dg catatan selama tidak ada yg memahjubkannya.

8.      Waladil um (saudara-saudari keturunan tunggal ibu /dari ibu).
 yg dimaksud dg saudara seibu adalah bisa kakak atau adik prempuannya mayit beda ayahnya.tp ibunya sama.
jadi apabila ada mayit meninggal. dan memiliki saudara tungga ibu. maka dia bisa mendapatkan warisan, pengajuan warisannya memakai status, waladil um (ahun/uhtun lium). Tapi dg catatan selama tidak ada yg memahjubkannya.

9.      Zaujah (istrinya mayit).
yg dimanakan istri adalah wanita yg bersetatus dalam ikatan sah (akad nikah) sebelum suami meninggal. wanita yg masih dalam akad. bisa mewaris suaminya.
Tapi sebaliknya
wanita yg sudah di ceraikan sebelum meninggal oleh mayit. maka istri tidak punya hak untuk mewarisi mantan suaminya.
Istri/wanita ini adalah orng lain. bukan nasab pun juga kerabat. tp bisa mewaris karena status pernikahan.
jika seorang mayat memiliki istri kurang dari lima. maka semua istrinya memiliki hak yg sama dalam mewaris, tidak perduli istri pertama atau kedua atau ke empat.
jika seorang suami memiliki istri lebih dari 4. maka yg berhak mendapatkan warisan adalah istri yg sah (4 istri pertama), sebab yg di maksud zaujah adalah istri yaitu wanita yg di ikat oleh mayit dg tali pernikahan yg sah secara sar'i.
 anak yg dihasilkan dari pernikahan yg tidak sah. tp bisa mewaris adalah. anak muallaf. Yaitu pasutri non muslim. yg menikah hingga punya anak. lalu masuk islam semuanya.
ini adalah pengecualian
10.  Muktiqoh.
muktiqoh adalah. wanita yg memerdekakan budak. budak yg sudah merdeka. apabila tidak memiliki ahli waris nasab dan ahli waris kerabat. maka yg berhak mendapatkan warisan adalah muktiqoh.
dalam ilmu waris. apabila mayit adalah mantan budak dan tidak memiliki ahli waris. maka yang berhak mewaris adalah orng yg pernah memerdekakannya. jika orang yg memerdekakkannya tidak ada. maka yg berhak mewaris adalah asobahnya. (kluarganya orang yg memerdekaakannya)
posisi urutan orng yg memerdekakan dalam hal mendapatkan warisan adalah posisi terahir setelah apabila ahli warisnya tidak ada. (muktik mahjub apabila masih ada ahli waris) dan apabila ahli waris sudah tidak ada, dan muktiknya sudah tidak ada maka. Pewris mantan budak tersebut adalah kluarganya muktik

11.    anak laki lakinya mayit/ibnun
Jika ada mayit meninggal. Dan meninggalkan bnyk ahli waris anak laki laki satu atau lebih. Maka yg di maksut ibnun adlh anak laki lakiny mayit. Bukan anak laki laki menantu. Bukan anak laki laki bawaan sebelum nikah (tiri). Dan bukan pula susuan ato anak anak laki laki angkat (pupon).

12.  ibnu ibnin (cucu pria dari anak pria)
diantara cucunya mayit laki laki yg berhak mendapat warisan adalah cucunya mayit yg berasal dari jalur laki laki. cucu laki laki dari anak lakilaki berhak mendapatkan waris. selama si mayit tidak ada ibnun.

13.  Abun/ ayah.
yang di maksud ayah di sini adalah ayahnya mayit.
apabila mayit meninggal dan atas si mayit masih hidup. ayahnya, maka ayah bisa mendapatkan waris.

14.  kakek.
jika seorang cucu meninggal, maka kakek punya hak waris atas cucunya yg meninggal. selama cucu tersebut ayahny tidak ada (mati).

15.   KEPONAKAN MAYIT.
keponakan mayit, baik keponakan dari saudara sekandung, atau keponakan se ayah, atau keponakan dari saudara seibu. keponakan punya hak waris atas mayit yg meninggal selama tidak ada ahli waris yg memahjubkan.

16.   pamannya si mayit. (‘am / khol)
baik paman dari sudaranya bapak, atau paman dari saudaranya ibu. baik persaudarannnya tunggal ayah, tunggal ibu, atau paman kandung, pamannya mayit punya hak waris selama tidak ada ahli waris yg memahjubkannya
begitu juga anak anaknya paman. juga punya hak waris atas mayit, Senada dg paman adalah bibik, bibik juga punya hak waris kepada keponakannya, selama tidak ada yg menghalanginya.
Istilah paman dan bibi dalam bahasa arab di bedakan.
Titik pembedanya adalah jalur. Yaitu:
1.        Jika paman dan bibi dari jalur ayah memakai istilah ‘am/’ammah
2.        Jika paman dan bibi dari jalur ayah memakai istilah khol/kholah.

17.   Zauj (suami).
suami adalah orng lain yg hadir dalam jajaran kekerabatan disebabkan pernikahan yg sah.
suami punya hak waris atas mayat istrinya. walau sestausnya adalah orng lain. Selama istriny tidak di ceraikan sebelum meninggal.

18.   Muktik (orng yg memerdekakan budak)
Muktik adalah orang yg memerdekakan budak,
budak yg sudah merdeka karena di merdekakan oleh muktik atu mrdeka sababiyah. maka jika mayit tidak memiliki kerabat. sanak kluarga, muktik punya hak waris atas kematian mayit(budak).
begitu juga orang orng/kerabatnya muktik. kerabatnya muktik juga punya hak waris atas mantan budak yg meninggal, apabila si muktik telah meninggal duluan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar