berdasarkan
urutan yang harus di luarkan kerabat mayit mankala ada keterbatasan kekayaan yg di tinggalkan oleh mayit. Yaitu:
1. Biaya perawatan mayit.
Harta peninggalan
mayit di potong/di buat biaya perawatan mayat, contoh membeli kafan, baiaya
penggalian makam, dan lain lainnya sebagaimana telah di atur dalam sariat
islam.
2. Membayar hutang-hutangnya mayit.
Hutang mayit wajib di bayat dan di ambilkan menggunakan harta benda yang di miliki mayit. Sebagiaman yang di sampaikan oleh rosululloh:
Hutang mayit wajib di bayat dan di ambilkan menggunakan harta benda yang di miliki mayit. Sebagiaman yang di sampaikan oleh rosululloh:
Nafsul
mayyid muallaqun bidainihi. Hatta yuqdo alaih. (rowahu ahmat wat tirmidzi)
Yang artinya:
Harga diri mayit di
gantungkan dg hutangnya. Hingga hutangnya terbayar.
3. Wasiat
Harta peninggalan
mayit, sebelum di waris, harus di kuluarkan untuk memenuhi wasiat. Selama tidak
kluar dari batasan sar’i (tidak boleh lebih dari 1/3 mal. Tidak boleh wasiat
maksiat)
Sebagaimana aloh
jelaskan dalam firmannya:
Min bakdi
wasiyyatin yoso biha au dain
Yang artinya
Setelah membayar
wasiat atau hutang.
4. Zakat
Harata peninggalan
wajib di kluarkan untuk zakatnya mayit. Karena zakat adalah tergolong beban
hutangnya mayit. Maka mengeluarkan sebagian hartanya mayit sebagaimana di
berlakukannya hukum zakat pada sariat islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar